Sabtu, 05 September 2009

Math ICAS

Heeem, kisah yang memaksa saya tuk menjadi anggota ICAS ini, berawal dari ibu saya yang "Posesif" tapi pengertian, kepada saya tentunya.

Saya benci mengikuti olimpiade. Apalagi "Matematika"

Saya tidak membenci matematika, saya tidak membenci gurunya *I love u Ms Ben*, saya tidak membenci teman-teman yang terlibat,,,

Tapiiii, Matematika lah yang membenci saya.

Ya, matematika membenci saya.

Itu yang menyebabkan dari saya menginjak SD kelas1 sampai sekarang,

Saya harus mati-matian ketika mengerjakan matematika.

Sejak dari seminggu yang lalu,

Ketika kita latihan, sampai di terjang Gempa Bumi,

Tidak ada 1 soal pun yang saya ingat.

Sudah matematika, eh... Soalnya Inggris.

Sial.

Ini juga disebabkan oleh Ms Rini, sang coordinator lomba.

Beliau pernah merayu saya "Hadyus, kamu ikut lomba ICAS ya. Enak loh. Nama kamu ntar masuk website kalo menang. Soalnya kayak anak SD kok!"

Haa ? Persetan dengan anak SD.

Ini Indonesia. Buka Australi. Menang gak menang kgk ada bangganya.

Sampai akhirnya hari-H, saya di bangunkan dengan keluh kesalnya.

Perasaan udah demek bgt.

Tapi ini demi ibu saya. Demi website busuk itu.

Arrghh,,

Ketika sampai di kelas, tepatnya hari Sabtu, dimana seharusnya itu ialah hari bebas bagi saya,

Saya harus masuk ke sekolah, dengan pakaian lusuh, tanpa niat dan semangat.

Bodoh.

Saya tidak membawa alat tulis sama sekali.

Hanya bermodalkan penampilan.

Untung ada guru saya, yang dengan "Ikhlas" nya memberikan pinjaman.


Lanjut,


Soal demi soal saya cermati *hampa hasilnya Yus, hampa*

Dan pada akhirnya, saya lah yang pertama kali selesai.

Walaupun saya tau. Nama saya akan ada di paling pertama dari bawah di website busuk itu.

Sempat beberapa teman kagum dengan kelincahan saya.

Saya hanya melampiaskan senyum kecil dengan sejuta malu di hati saya.

"Kita lihat nanti" ajak ku.

Itu beberapa kisah Almatematika saya.

Dan untuk orangtua saya,,,


"Mam, Dad" Saya bukan orang yang menjurus ke Matematika.

Maaf kalo saya mengecewakan.

Tapi lain kali boleh lah saya coba :D


I Love Sastra.

Kamis, 03 September 2009

Hady's Poem

Pengumuman ni.

Dulu saya pernah membuat blog tentang diary,

tapi saya berpikir bahwa saya jarang mengisi nya. Jadi, blog tersebut saya ubah dalam rangkaian puisi.

Alamatnya pun saya ubah. "www.hady-poem.blogspot.com"

Maaf kalo kurang bagus/lebay/gombal.

Saran dibutuhkan loh.

Thx.

Yesterday, Today, Tomorrow

Kemarin, hari ini, besok.

Itu yang pengen saya ungkapkan untuk kalian.

Saya ingin menghapus kenangan masa lalu saya.

Bukan secara fisik, tapi secara pikiran.

Biarkan yang berlalu biarlah berlalu.

Ada pepatah mengatakan :

"Jadikan kemarin sebagai pengalaman. Lusa sebagai tujuan. Hari ini sebagai perkerjaan"

Yang artinya ialah bahwa jadikan kemarin sebagai pengalaman hidup. Gagal hanyalah hal biasa, justru awal dari keberhasilan ialah kegagalan.

Lusa ialah tujuan hidup. Jadikan lusa sebagai tumpuan pemacu target hidup kita. Jangan terlalu di bawa pusing.

Dan hari ini lah. Sekarang lah. Hidup kita berhulu hingga akhirnya bermuara.

Akhir kata, selamat tinggal masa lalu. Tiada lagi sapi. Tiada lagi blay... Tiada lagi 7.

Hanya 1 orang.

Siapa ? Kelapa Gading jawabannya.

Saya sayang dengannya. Tapi apakah dia memberi balik rasa sayang itu ?

Tidak tahu. At least, dia memberi saya kesempatan untuk meraih hatinya,

itu sudah nilai lebih buat saya.

Guru, Sist'a, Nath, Tembok, keluarga, dan teman-temanlah, tumpuan hidup saya.

Hingga akhirnya, lahirlah blog ini.

Hingga saya berubah dari awal becana saya *Dulu* hingga sekarang.

Akhir kata,

Thx 4 u all.

Wish you all the best.