Sabtu, 27 Maret 2010

UN, We're coming !

UN udah deket. That’s all. Sepintas ketika saya melihat jalan serta liku-liku yang sudah saya tempuh selama tiga tahun, saya merasa bangga, senang, sedih, dll. Banyak kenangan yang udah terukir buat saya. Hal ini juga memacu saya untuk meraih yang terbaik buat saya, tapi tahun depan saya tidak akan pergi jauh dari genggaman kenangan saya, saya masih melanjutkan sekolah di SMA Global. Kenapa ? Yap, Exactly saya gagal masuk Tiara Bangsa. Sebenarnya bukan kata “GAGAL” yang tepat diutarakan, melainkan “Tidak Jodoh.” Itu saja. Itu berarti saya akan bertemu dengan HANYA beberapa teman dari kelas 9E, karena kebanyakan dari mereka banyak yang pindah sekolah. Senang sekaligus sedih yang saya rasakan. Saya senang karena saya akan lebih maju dan lebih fokus apabila kelas lebih sedikit, dan sedih karena kehilangan mereka, terutama besties saya, William Naftali, Ricky, dkk.

Back to the topic, terkadang diwaktu masa Persiapan UN, saya merasa sangat berambisi untuk meraih yang terbaik, namun ketika hasil yang saya targetkan tidak tercapai (ketika TO), saya jatuh. Memang, masa lalu saya tidak sebaik masa sekarang. Di kelas 7 saya masih tidak ada kesadaran untuk meraih yang terbaik. Apalagi kelas 8, zaman dimana “Bencana” menyapa hidup saya. Namun seketika itu juga, saya ingat 3 tahun yang udah saya tempuh. Dari awal saya masih sangat polos. Belum ada tanda puber sama sekali, sampai sekarang, sudah menjadi lelaki yang mulai tumbuh jenggot.

Kali ini, dibantu semua kasih sayang dan usaha guru-guru yang dengan tulus mengajar saya, saya merasa bahwa menjadi yang terbaik memang kewajiban dan hak saya.

Ketika pembekalan UN dan doa bersama, saya sadar. Bahwa sebenarnya kita belajar bukan sekedar menjadi yang terbaik, melainkan juga menyerap pelajaran dan ilmu yang diberikan guru-guru kita. Saya sadar selama ini saya salah karena hanya menggantungkan pada ranking. Mungkin memang terlambat untuk menyadarinya, tapi saya percaya, terlambat bukan berarti berakhir. Masih ada waktu untuk bangun dan berjalan menuju tol kesuksesan. Ketika doa diutarakan, jiwa saya mengalir, jujur memang Tuhan tidak dekat dengan saya, dan saya pun tidak dekat dengan-Nya. Namun ketika doa-doa diutarakan, saya merasakan Kebesaran dan Keagungannya.

Terimakasih saya utarakan buat guru-guru tercinta yang selalu mendampingi kami dengan sabar dan tulus.

Guru :

Bahasa Indonesia : Ms Diana Leroy Simanjuntak, Mr Riza Sukma

Bahasa Inggris : Ms Yuliani, Ms Mynarni Hthn

Matematika : Ms Agustina Benata, Mr Tumarsan, Ms Nita, Ms Reni

Biology : Ms Elisabeth Endah , Mr Bawono Joshua

Fisika : Ms Krista Natalia, Mr Andre Zhaga

Dan lainnya : Ms Sandra Kartika, Mr Primus Kasimo, dll.

Kami gak bisa berjanji untuk menjadi yang terbaik, tapi kami kan selalu berjanji tuk BERUSAHA menjadi yang terbaik. Walaupun mungkin hanya mulut manis kami yang terasa, tapi jauh dalam lubuk hati kami, kami memiliki kunci prioritas tuk membuktikan bahwa memang kami yang terbaik.

Dan doa kami selalu menyertai kalian, guru-guru yang selalu setia dalam membimbing kami, semoga kalian selalu diberikan roh kebahagiaan dan kesejahteraan.

Doakan kami, karena doa kalian sangat berarti buat kami. Termaksud orang tua – ai atio, doain Kif ya.

Thx semuanya. Tiga tahun akan kami hadapi dalam waktu 4 hari.

Tuhan memberkati. Amin.