Minggu, 17 Oktober 2010

Keseimbangan Agama

Well, most of us believe in God, although we can't prove who is he/she/it.

Dalam post kali ini, saya ingin menyinggung tentang keberadaan agama di dalam our daily life yang mendominasi kehidupan kita sehari-hari.

Semakin jauh dengan Tuhan...

Di era moderen ini, kita sadar bahwa keberadaan agama semakin menurun. Maksudnya, banyak orang yang meninggalkan agama mereka masing-masing, dan terjun sepenuhnya dengan kesibukan mereka sehari-hari.

Survey membuktikan bahwa dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap agama mereka masing-masing dapat meningkatkan tingkat kriminalitas di dunia, dan hal ini terbukti benar.

Tumbuhnya rasa egois dan ketidak-harmonisan dalam kehidupan. Persepsi dan prioritas yang saling bertentangan satu sama lain. Tingkat kriminalitas yang tinggi (pemerkosaan, perampokan, pemubuhan). Keserakahan dan kehausan akan duniawi (harta melimpah, seks, dll). Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kerohanian dalam jiwa kita. Dan bayangkan apabila hal ini terjadi kepada kita semua, mungkin dalam 5 tahun saja, bumi kita bisa berubah menjadi neraka.

Rasa antusias yang berlebihan kepada Tuhan..

Walaupun banyak orang yang semakin menjauh daripada-Nya, namun di sisi lain masih banyak kaum agama yang sangat antusias dan menekuni agamanya lebih dari apa pun yang mereka punya.

Mungkin terdengar bagus, namun juga bodoh.

Di dalam kehidupan, kita memang perlu memegang pedoman nyata yang kita tekuni dan kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari, namun bukan untuk menjadi seseorang yang fanatik.

Sangat bagus dan sangat dibutuhkan sebuah pedoman, namun bukan agama.

Hal ini mengakibatkan segala sesuatu di dalam kehidupan kita harus berdasarkan agama. Ini membuat banyak kontroversi di kalangan masyarakat, terutama apabila mereka (umat) salah mengartikan maksud dari agama mereka.

Dewasa ini, banyak sekali kaum-kaum agama yang sangat menggebu-gebu dalam mewartakan 'Kerajaan Tuhan' mereka masing-masing.

Sebagai contoh, saya ambil kasus teroris-teroris yang mengebom negara kita, yang menurut mereka itu membela agama dengan membunuh bule-bule tak berdosa.

Sungguh bertentangan dengan apa yang diajarkan agama mereka, bukan?

Semua agama melarang untuk membunuh. Pemerintah pun melarang untuk membunuh, bahkan ada Hak Asasi Manusia untuk hidup. Lalu apa maksudnya tindakan para teroris yang katanya untuk membela agama mereka sendiri? Bukankah itu membuat masyarakat menilai bahwa agama mereka bukanlah agama yang baik?

Saya tidak mengatakan bahwa agama tersebut itu tidak baik. Saya yakin pasti bahwa merekalah yang kehilangan akal budi. Semua agama itu mengajarkan sesuatu yang baik, bukan?

Namun kita harus dapat memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik. Bukan hanya bertindak dengan insting dan ambisi yang tidak jelas dengan merugikan orang lain.

Yang paling menyedihkan dengan kefanatikan suatu agama ialah mereka berpikir agama merekalah yang terbaik.

Hal ini membuat mereka suka mengintimidasi dan memperolok agama lain. Dan lebih parahnya lagi, hal ini dapat membuat kekacauan seperti perang di Ambon 19 Januari 1999.

Contoh yang lebih kritis lagi, yaitu agama yang melarang adanya wanita yang tidak menutup auratnya.

Apabila agama ini hanya mencantumkan kebijakan tersebut kepada semua orang yang hanya menjadi umatnya, itu tidak masalah. Namun apabila pemerintah mewajibkan semua orang mematuhi kebijakan ini, apakah itu adil?

Tuhan pun menyiptakan tubuh manusia dengan sangat indah, unik, dan memesona. Namun apabila kita menutupinya 'terlalu-rapat' itu adalah hal yang baik? Bukankah itu sama saja dengan tidak menghargai ciptaan-Nya?

Bagaimana dengan lelaki yang bercinta semalam dengan 2,3,4,5,6, atau bahkan 7 wanita sekaligus (baca: poligami)?

Memang ada agama yang mengizinkan umatnya untuk berpoligami, TAPI itu juga dengan tujuan untuk melindungi wanita-wanita yang - dikatakan kesepian, dan harus disertai batin dan rohani yang kuat.

Namun apabila kita melihat di dunia kenyataan, poligami digambarkan sebagai pemuas kenikmatan (seks) belaka. Bahkan, ada kasus di mana gadis yang baru berusia 15 tahun dipaksa menikah dengan laki-laki keladi yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Contoh-contoh di atas memang banyak menggambarkan tokoh Islam, namun saya sama sekali tidak mengatakan bahwa agama islam itu tidak benar. Hanya ada umatnya yang salah mengerti dan mempraktekannya dengan cara yang salah.

Sama seperti agama lain, Kristen misalnya. Dikatakan bahwa 'Jangan menyembah berhala.'

Orangtua saya beragama Buddha, pernah suatu hari kejadian orangtua saya berbincang dengan orang yang beragama Kristen. Ia mengatakan bahwa kedua orangtua saya sedang berada di gerbang neraka, karena semua agama Buddha menyembah berhala (patung-patung di vihara).

Bukankah itu hal yang konyol? Hal ini sama seperti 'Apabila kamu tidak memakai celana dalam bermerk GIODARNO, kamu akan masuk neraka'.

Bahkan beberapa dari mereka suka menjelek-jelekan agama lain, dan -terlalu- mengagungkan agama mereka.

Apakah Tuhan mengajarkan kita untuk berperilaku egois dengan tidak menghargai kepunyaan orang lain?

Jadi apa yang harus kita lakukan?

Ingat teman, semua agama mengajarkan hal yang baik. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk bertindak seperti 'binatang'.

Mereka yang terlalu berlebihan dan fanatik dengan agama mereka hanyalah orang-orang yang Low Education.

Kita memang membutuhkan agama sebagai senderan hidup.

Kita harus punya jiwa rohani dan spiritual untuk melakukan sesuatu.

Apa yang harus kita punya hanyalah KESEIMBANGAN.

Not too less, but not too much.


Kita melakukan sesuatu bukan hanya dengan logika semata, namun juga dengan HATI, yang mampu menghapuskan iblis dalam jiwa kita. Itulah gunanya agama.

Kita memang memiliki akal budi, namun kita juga harus menggunakan hati nurani.

So guys, try to respect others beliefs ;).

50 Tanda Inceran Kamu Naksir Juga

Tanda-tanda kalo kamu lagi jatuh cinta, semua udah pada baca. Nah, tapi gimana caranya supaya bisa menangkap tanda-tanda kalo cintamu nggak bertepuk sebelah tangan? Atau minimal 60% inceranmu udah ada hati sama kamu lah.

Kamu bisa mencoba meningkatkan intensitas pdkt atau udah boleh tembak langsung apabila inceran kamu udah nunjukin tanda-tanda :

1. Dia rajin nelepon atau balas nge-sms kamu.
2. Dia suka cerita soal kesibukannya sama kamu
3. Nanya-nanya boleh nggak main ke rumah (dan kalo bilang boleh, pasti nyamper!)
4. Punya panggilan sayang khusus buat kamu (dan sebaliknya)
5. Minta pendapat kamu kalo pengen beli apa-apa (plus minta temenin nyari)
6. Mau dengerin lagu kesukaan kamu sekalipun alirannya beda banget
7. Nyeritain hal-hal yang paling memalukan dari dirinya
8. Nurutin saran kamu untuk berpakaian rapi atau tampil lebih fresh
9. Nggak keberatan nemenin kamu kemana aja sekalipun harus jalan kaki 10 kilo
10. Nggak pelit-pelit kalo lagi jalan bareng
11. Rajin ngajak jalan bareng, berdua tentunya!
12. Sering ngebelain kalo kamu lagi ‘dipojokin’
13. Gak keberatan ngelakuin hal-hal memalukan asal bareng sama kamu
14. Gak keberatan foto berdua (dan hasilnya dia pajang di Facebook)
15. Selalu tampil ceria and full senyum di depan kamu
16. Nggak menepis tangan saat kamu ‘gak sengaja’ gandeng tangannya
17. Pasti inget ulang tahun kamu dan selalu siap dengan hadiah
18. Bersedia ngerayain valentine bareng kamu (dengan dalih ‘sebagai sesama jomblo)
19. Selalu sedia kuping kalo kamu pengen cerita
20. Selalu sedia pulsa untuk kamu
21. Sobatnya ngajak ngobrol kamu dengan pertanyaan ‘memancing’ tentang dia
22. Saat kepergok jalan berdua sama kamu, dia nggak menyangkal saat diledek
23. Menelepon meski Cuma nanyain hal kecil seperti ‘Kapan bisa balikin CD?’
24. Hafal mampus segala kebiasaan kamu, baik yang jelek maupun yang bagus
25. Dia jadi makhluk paling pemaaf yang pernah kamu lihat di dunia terhadap kamu
26. Bersedia melakukan hal yang dia benci demi kamu
27. Bersedia berjuang memenuhi apapun keinginan kamu
28. Dia bilang kalo dia kesepian tanpa kamu
29. Dia jadi ikut menyukai apapun yang kamu suka
30. Dia sopan terhadap orang tuamu dan seluruh keluargamu tahu siapa dia
31. Selalu aware dengan perubahan mood kamu dan siap menghibur saat bete
32. Selalu punya permen, kue-kue, atau apapun untuk dibagi dengan kamu
33. Tahu pasti warna kesukaan kamu, artis kesukaan, dan semua favorit kamu
34. Jadi orang pertama yang ngajakin nonton saat ada film bagus baru keluar
35. Dia sering kepergok lagi ngeliatin kamu
36. Temennya ngasih kamu bocoran kalo dia jadi hobi cengar-cengir sendiri
37. Dia selalu punya alasan buat bisa ketemu kamu tiap hari
38. Dia tidak keberatan kamu senderin pundaknya, apalagi kalo kamu peluk
39. Semua barangnya pasti available buat kamu pinjam tanpa batas waktu
40. Selalu siap waktu energi dan modal kapanpun kamu ajak jalan
41. Kamu orang pertama yang selalu ia ajak berbagi apapun
42. Dia rela jatuh bangun hadapi rintangan supaya bisa menyenangkan kamu
43. Dia protektif dan bersedia membela kepentingan kamu
44. Dia supporter nomor satu untukmu dalam segala hal
45. Dia bisa membantumu memaksimalkan potensi terbaikmu
46. Dia tahu cara membuat kamu merasa hebat dan dihargai
47. Dia melakukan segala cara untuk menyemangati kamu saat kamu down
48. Dia pasti turut bahagia untuk setiap kesenangan yang kamu dapatkan
49. Temannya bilang dia bolak-balik ngomongin kamu terus
50. Saat kamu tembak, dia bilang iya.


(Sumber : Majalah Gadis)

6 Tingkatan Cinta

6 Tingkatan Cinta

Ada beberapa ilmuwan yang menyebutkan bahwa ketertarikan pada seseorang bisa terjadi dalam 1 sampai 4 menit sejak kita melihat orang tersebut (percayalah, saya pernah ngerasain hal ini!) Pada 4 menit pertama itu, dalam hati kita akan mempertimbangkan apa kita betul-betul tertarik padanya, ingin mengenalnya lebih jauh, atau cukup sampai disitu saja. Nah, cinta itu ada tingkatannya. Dan kita bisa aja merasakan dua tingkatan cinta dalam satu waktu. Yuk bahas!

- Ludos

Kalau kamu Cuma iseng-iseng aja dan nggak menganggap jatuh cintamu sebagai hal yang serius. Apa ya istilahnya? Bukan Monkey Love atau Puppy Love… soalnya bener-2 Cuma buat iseng. Buat sekedar ‘ngisi waktu’. Cuma suka ngeliatnya aja, sama sekali nggak ada keinginan untuk mengenal lebih jauh. Just for fun. Mungkin cinta pada seleb bisa dikategorikan jenis ini.

- Eros

Cinta yang mendalam, yang bisa membuatmu lupa diri sehingga tidak bisa tidur di waktu makan dan tak bisa makan di waktu tidur (lho?). Setiap hari rasanya ingin bertemu dengan sang pujaan hati, selalu ingat dia kapan saja di mana saja. Kamu juga berpikir kalau pacarmu adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan hanya untukmu. Yah, istilahnya.. lagi ‘hot-hot’-nya deh! Lagi demen-demennya, gitchu. Cinta jenis ini biasa terjadi kalau hubungan asmara sudah lewat dari 3 bulan. Paling banyak menjangkiti newbie couple.

- Mania

Nah, kalau kamu mulai merasa menjadi bagian dari doi, mulai posesif, dan jadi cemburuan karena takut kehilangan berarti kamu sudah terjangkit cinta jenis ini. Hati-hati, cinta jenis ini bagaikan pisau bermata dua. Salah-salah bisa jadi penyebab putusnya hubungan kalo nggak hati-hati. Soalnya, nggak ada orang yang mau di kekang dengan perasaan posesif yang berlebihan sekalipun oleh pacarnya sendiri. (Baru pacar doang udah cemburuan and sok ngatur? Beh, gimana nanti kalo udah married?)

- Storge

Cinta yang kamu rasakan setelah umur hubunganmu dengan pacarmu berusia antara 6 sampai 12 bulan. Doi sudah menjadi pacar tetapmu tapi tidak lagi membuatmu tergila-gila. Tentu saja kamu tetap memikirkannya dan senang bila dia berada di dekatmu, tapi kalo nggak juga nggak apa-apa. Pada tingkatan ini kamu juga udah merasa cukup nyaman untuk lebih terbuka pada pacarmu dan nggak keberatan berdebat dengannya. Pada tingkatan ini biasanya yang namanya jaim udah mulai meluntur. Dan biasanya sifat-sifat asli yang sempat ‘ditahan’ mulai terlihat pada phase ini. Jangan kaget kalo kamu nggak sengaja nangkep basah cowokmu ngupil ato bersendawa keras-keras di depanmu. Hal ini berarti dia sudah merasa nyaman dengan keberadaanmu di sisinya sehingga nggak canggung atau sok jaim lagi di depanmu. Dan kamu boleh melakukan hal yang sama ^^, tapi tetap jaga sopan santun!

- Pragma

Cinta gaya ini biasanya mulai terasa bila hubungan sudah berumur 12 sampai 18 bulan ke atas. Kamu nggak lagi ‘lupa makan lupa tidur’ karena doi. Tapi kamu ingin tetap bersamanya karena kamu pikir doi bisa jadi ‘teman’ yang baik yang sangat mengerti kamu. Getar-getar yang timbul saat kalian saling bertatapan atau berpegangan tangan sudah nggak kerasa lagi. Bisa dibilang ini tingkatan yang paling ‘dewasa’. Karena bagi yang sudah cukup umur, mereka bisa memutuskan untuk menikah setelah merasa mantap berada di phase ini. Karena itu biasanya para abg atau remaja di bawah usia 18 tahun sangat jarang ada yang bisa mencapai tingkatan ini. Tingkatan yang paling dewasa gitu. Lagian biasanya para abg atau remaja under 18 kan pacaran bukan dengan tujuan untuk ‘masa depan’ ^^. Jadi ngapain pacaran lama-lama selagi masih muda? :D 6 bulan cukup! Abis itu cobain yang baru!!

- Agape

Tingkatan ini disebut-sebut sebagai tingkatan cinta yang sempurna. Konon belum ada orang yang bisa sampai pada tingkatan ini. Kecuali Nabi Adam sama Siti Hawa ya? Wajarlah, jaman segitu lawan jenisnya cuma satu, gimana caranya bisa selingkuh ato ngelaba yak? Tivi ga ada, internet ngga ada, lampu ngga ada… satu-satunya jalan buat ngisi waktu adalah dengan cara meneruskan keturunan sebanyak-banyaknya!!!

(Referensi dari buku dan web browsing)

Jumat, 08 Oktober 2010

Berserk

What will you do if someone spits on you?
Apa yang bakal kalian lakukan kalo ada orang yang meludahi kalian?
Gak usah musuh deh, kalaupun saudara ngeludahin kalian juga, kalian gak bakal tinggal diam kan?

Well, this malicious accident just happened to me yesterday...
I have a friend (read : Ex-friend). He is new in our class.


Saya duduk di kursi O Level dari kelas 7. Sekarang program tersebut diubah menjadi IGCSE Cambridge Level.

Dari kelas 7 sampai kelas 9, ada 20 siswa lebih duduk di kursi O Level, sekarang tinggal 7 anak. Kita (Anak O Level), dari kelas 7 sampai kelas 10 selalu satu kelas. Mereka udah seperti keluarga buat saya (http://hadyussantoso.blogspot.com/2009/04/pisah-musnah.html)

Ketika awal masuk di kelas 10, kami bertujuh masih sama seperti dahulu, masih sering bercanda, tertawa bersama, nakal, namun ada perbedaan. Banyak kenangan yang hilang di antara kami.

Back to the topic,,
Karena merasa anggota kelas terlalu sedikit (mungkin), akhirnya sekolah saya menawarkan program ini ke kelas yang regular.
Dan DIA mencalonkan diri, dan berhasil masuk ke kelas kita sebagai murid IGCSE Cambridge Level.
Well, we don't like this.
Is that fair? Bayangkan saja, kita 3 tahun berjuang bersama, menderita, struggling buat mendapatkan sertifikat O Level, sampai di detik-detik terakhir menjelang ulangan.

DIA dengan mudahnya masuk menjadi anggota kelas kita, tanpa ngerasain 3 tahun perjuangan kita.

Kita kesel. Kita benci. Tapi kita gak komplain.
We welcomed him.

Hari-hari pun berlalu.
Setiap pelajaran, dia selalu nunjukin hidungnya (baca : arrogant).
Ada teman saya yang gak bisa, dia langsung dengan soknya berkata 'Ah, easy. Ini gampang.'

Di hari pertama aja dia udah nyebarin virus influenza ke kita. Dia bersin-bersin gak pake nutup mulut, gak pake permisi, gak pake maaf. Alhasil kita satu kelas kena flu berat.

Sebagian dari kelas kita gak suka cara DIA, dan mencoba untuk mendiskriminasi dia (mungkin). Well, saya bisa bukan salah satu dari mereka, tapi sayangnya itu dulu.

Permasalahan ini dimulai ketika saya nulis status BB (on the way to school) yang gak ada hubungannya dengan DIA. Status ini bermaksud untuk menyindir seseorang yang saya gak suka. DIA datang secara tiba-tiba, dengan menge-whips BB saya yang gak jelas. DIA bilang kalau status saya itu ridiculous, or something like that, yang dia gak suka. Saya gak ngerti maksud dia. Orang status saya juga gak ada hubugannya sama dia kok. Lho kok dia yang sewot?

Ketika saya sampai di kelas, ada 2 orang teman saya. Saya menceritakan ke mereka tentang apa yang DIA katakan kepada saya. Wajar, mereka juga udah seperti famili, kan?

Ketika DIA sampai di kelas, saya ceng-ceng in. Itu hal yang wajar dan biasa banget kan? Lagian dia duluan yang dateng, dan, secara gak langsung menyampuri urusan saya.

Apa yang terjadi, dia datang ke meja saya, lalu dengan HINA nya, saya diludahi.

Can you imagine that?

Dari situ, saya berdiri, saya teriak, saya dorong dia.

Kali itu emosi saya benar-benar meluap, namun saya masih bisa mengontrol diri.

Saya bentak dia. Saya gertak dia dengan meja yang saya pukul. Dia terdiam, terlihat ekspresi bersalah di wajahnya.

Masih banyak hal yang saya lakukan di kejadian itu. Dan, bukankah sesuatu itu wajar?

For you, Mr. Jerk :

Gw gak tau lo mau apa.

Gw gak tau lo dari planet mana.

Dari awal lo masuk ke kelas kita, jujur gw agak risih. Ralat : kita agak risih.

Lo udah tau kenapa. Setiap detik gw coba buat ngilangin itu perasaan, gw coba buat bertemen sama lo. Gw coba buat ngehirauin suara temen2 gw, yang mungkin nyoba buat ngintimidasi lo. Gw berpihak di lo - saat itu.

Apa yang udah lo lakuin ke gw itu, gada bedanya dengan 'lo ngehamilin anak orang, dan pergi'

Well, emang lo gak bisa ngejelasin lo gak suka pake kata2? Lo punya mulut kan?

Kalaupun lo mukul gw, mungkin gw masih bisa wajar. Lah ini ngeludah,,, Lo punya harga diri gak? Maksud lo apaan?

Man, lo di kelas kita BARU. Baca : BARU.

Mungkin memang lo yang terbaik di kelas kita, lo yang tercerdas dan terpintar.

But, Can you show some RESPECT?


Untung di saat itu gw masih bisa ngontrol emosi gw.

I almost killed a guy, buddy.

Itu masa lalu gw.

Kalau memang lo mau mancing masa lalu gw, jangan di sekolah...

Di sekolah gw punya titel. Gw punya nama.

Dan lo masih gw kasianin.

Kalo gw gak punya ati, lo udah gw laporin ke kepala sekolah.

Lo tau akibatnya?

Lo bisa dipenjara. Lo baca UU negara kita. Lo baca 'Hak menghargai dan tidak merendahkan derajat sesama'. Tau gak lo? Katanya anak pinter.

Ketika lo ngeludahin gw gitu aja, ketika gw bentak, dengan gampangnya lo minta maaf. Gw diemin. Dan lo berpikir 'Gw gak salah, gw udah minta maaf'

Sekarang, gw ngebunuh bapak emak lo. Gw minta maaf. Lo maafin?

Gw gak tau kelanjutannya gimana, mending lo sekarang introspeksi diri.


You're new here.

Kalo lo ngerasa pinter and ngerasa yang terbaik, gak usah sekolah. Jaga toko aja.

Gak usah masuk kelas kita.

Kalo lo ngerasa bersalah blablabla, then just shut the hell up.

Kita gak butuh lo nurut kata2 kita, kita juga tau persepsi pribadi masing2 kali. Kita cuma butuh RESPECT.

Thanks.