Dalam post kali ini, saya ingin menyinggung tentang keberadaan agama di dalam our daily life yang mendominasi kehidupan kita sehari-hari.
Semakin jauh dengan Tuhan...
Di era moderen ini, kita sadar bahwa keberadaan agama semakin menurun. Maksudnya, banyak orang yang meninggalkan agama mereka masing-masing, dan terjun sepenuhnya dengan kesibukan mereka sehari-hari.
Survey membuktikan bahwa dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap agama mereka masing-masing dapat meningkatkan tingkat kriminalitas di dunia, dan hal ini terbukti benar.
Tumbuhnya rasa egois dan ketidak-harmonisan dalam kehidupan. Persepsi dan prioritas yang saling bertentangan satu sama lain. Tingkat kriminalitas yang tinggi (pemerkosaan, perampokan, pemubuhan). Keserakahan dan kehausan akan duniawi (harta melimpah, seks, dll). Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kerohanian dalam jiwa kita. Dan bayangkan apabila hal ini terjadi kepada kita semua, mungkin dalam 5 tahun saja, bumi kita bisa berubah menjadi neraka.
Rasa antusias yang berlebihan kepada Tuhan..
Walaupun banyak orang yang semakin menjauh daripada-Nya, namun di sisi lain masih banyak kaum agama yang sangat antusias dan menekuni agamanya lebih dari apa pun yang mereka punya.
Mungkin terdengar bagus, namun juga bodoh.
Di dalam kehidupan, kita memang perlu memegang pedoman nyata yang kita tekuni dan kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari, namun bukan untuk menjadi seseorang yang fanatik.
Sangat bagus dan sangat dibutuhkan sebuah pedoman, namun bukan agama.
Hal ini mengakibatkan segala sesuatu di dalam kehidupan kita harus berdasarkan agama. Ini membuat banyak kontroversi di kalangan masyarakat, terutama apabila mereka (umat) salah mengartikan maksud dari agama mereka.
Dewasa ini, banyak sekali kaum-kaum agama yang sangat menggebu-gebu dalam mewartakan 'Kerajaan Tuhan' mereka masing-masing.
Sebagai contoh, saya ambil kasus teroris-teroris yang mengebom negara kita, yang menurut mereka itu membela agama dengan membunuh bule-bule tak berdosa.
Sungguh bertentangan dengan apa yang diajarkan agama mereka, bukan?
Semua agama melarang untuk membunuh. Pemerintah pun melarang untuk membunuh, bahkan ada Hak Asasi Manusia untuk hidup. Lalu apa maksudnya tindakan para teroris yang katanya untuk membela agama mereka sendiri? Bukankah itu membuat masyarakat menilai bahwa agama mereka bukanlah agama yang baik?
Saya tidak mengatakan bahwa agama tersebut itu tidak baik. Saya yakin pasti bahwa merekalah yang kehilangan akal budi. Semua agama itu mengajarkan sesuatu yang baik, bukan?
Namun kita harus dapat memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik. Bukan hanya bertindak dengan insting dan ambisi yang tidak jelas dengan merugikan orang lain.
Yang paling menyedihkan dengan kefanatikan suatu agama ialah mereka berpikir agama merekalah yang terbaik.
Hal ini membuat mereka suka mengintimidasi dan memperolok agama lain. Dan lebih parahnya lagi, hal ini dapat membuat kekacauan seperti perang di Ambon 19 Januari 1999.
Contoh yang lebih kritis lagi, yaitu agama yang melarang adanya wanita yang tidak menutup auratnya.
Apabila agama ini hanya mencantumkan kebijakan tersebut kepada semua orang yang hanya menjadi umatnya, itu tidak masalah. Namun apabila pemerintah mewajibkan semua orang mematuhi kebijakan ini, apakah itu adil?
Tuhan pun menyiptakan tubuh manusia dengan sangat indah, unik, dan memesona. Namun apabila kita menutupinya 'terlalu-rapat' itu adalah hal yang baik? Bukankah itu sama saja dengan tidak menghargai ciptaan-Nya?
Bagaimana dengan lelaki yang bercinta semalam dengan 2,3,4,5,6, atau bahkan 7 wanita sekaligus (baca: poligami)?
Memang ada agama yang mengizinkan umatnya untuk berpoligami, TAPI itu juga dengan tujuan untuk melindungi wanita-wanita yang - dikatakan kesepian, dan harus disertai batin dan rohani yang kuat.
Namun apabila kita melihat di dunia kenyataan, poligami digambarkan sebagai pemuas kenikmatan (seks) belaka. Bahkan, ada kasus di mana gadis yang baru berusia 15 tahun dipaksa menikah dengan laki-laki
Contoh-contoh di atas memang banyak menggambarkan tokoh Islam, namun saya sama sekali tidak mengatakan bahwa agama islam itu tidak benar. Hanya ada umatnya yang salah mengerti dan mempraktekannya dengan cara yang salah.
Sama seperti agama lain, Kristen misalnya. Dikatakan bahwa 'Jangan menyembah berhala.'
Orangtua saya beragama Buddha, pernah suatu hari kejadian orangtua saya berbincang dengan orang yang beragama Kristen. Ia mengatakan bahwa kedua orangtua saya sedang berada di gerbang neraka, karena semua agama Buddha menyembah berhala (patung-patung di vihara).
Bukankah itu hal yang konyol? Hal ini sama seperti 'Apabila kamu tidak memakai celana dalam bermerk GIODARNO, kamu akan masuk neraka'.
Bahkan beberapa dari mereka suka menjelek-jelekan agama lain, dan -terlalu- mengagungkan agama mereka.
Apakah Tuhan mengajarkan kita untuk berperilaku egois dengan tidak menghargai kepunyaan orang lain?
Jadi apa yang harus kita lakukan?
Ingat teman, semua agama mengajarkan hal yang baik. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk bertindak seperti 'binatang'.
Mereka yang terlalu berlebihan dan fanatik dengan agama mereka hanyalah orang-orang yang Low Education.
Kita memang membutuhkan agama sebagai senderan hidup.
Kita harus punya jiwa rohani dan spiritual untuk melakukan sesuatu.
Apa yang harus kita punya hanyalah KESEIMBANGAN.
Not too less, but not too much.
Kita melakukan sesuatu bukan hanya dengan logika semata, namun juga dengan HATI, yang mampu menghapuskan iblis dalam jiwa kita. Itulah gunanya agama.
Kita memang memiliki akal budi, namun kita juga harus menggunakan hati nurani.
So guys, try to respect others beliefs ;).


