Post ini saya tujukan kepada teman saya...
Atau lebih tepatnya, Mantan Sahabat saya...
Orang yang pernah mengisi jiwa serta kekosongan hati saya.
Dan saya sering diberi masuk-kan untuk tidak menjadi seorang yang memiliki sosok pengecut, dia sendiri yang mengajari saya.
Ketika saya terjatuh, dia memaki saya.
Ketika saya terbelenggu, dia mencampak-kan saya.
Saya mengerti semua maksud dari dirinya.
Saya sayang dia, sebagai sahabat saya.
Ralat : Mantan Sahabat saya.
Ketika saya menjalani hubungan dengan Ex-Girl saya..
Dia hanya tertawa ketika saya terjatuh..
Dia mengulurkan tangannya, kemudian mencampak-kan saya begitu saja.
Saya senang ber"main" dengan dia.
Sekarang.. Semua berubah.
Apa yang dia dapat sekarang, sama seperti apa yang saya dapat dulu.
Tapi ada "buayaaaa bengiiis" yang "melahap" dia dengan buasnya.
Air matanya pun tak segan jatuh bercucuran.
Dan jujur,, saya iba dengannya. Saya ingin mengulurkan tangan saya *tanpa mencampak-kan nya*
Namun di sisi lain..
Ada perasaan puas yang lahir dari hati saya.
Pengecut.
Dia yang begitu tegar dengan gaya nya yang sok memonopoli jiwa saya,
namun sekarang dia lah yang jatuh..
Bagai orang lemah.
Haha..
Sudah ada ribuan kalimat yang saya sampaikan ke dia.
Tapi kalimat-kalimat tersebut hanya menjadi tempo irama singkat, bagi nya.
Sekarang akuilah, anda seorang PENGECUT..
Mencintai seseorang yang sudah "Punya."
Murahan.
Apa yang anda ajarkan kepada saya selama ini..
Hanyalah Sampah.
Maaf, Anda pengecut..
Seorang P E N G E C U T
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar